BALIKPAPAN – Permasalahan sampah di Kota Balikpapan memerlukan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga menyentuh akar rumput. Menjawab tantangan tersebut, Recraft, sebuah inisiasi lokal yang fokus pada isu lingkungan, sukses menyelenggarakan workshop pengelolaan sampah makanan dan plastik di RT 20, Kelurahan Margomulyo, Balikpapan.

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk mengenal lebih jauh pemanfaatan teknologi biologis melalui budidaya maggot (Black Soldier Fly) serta teknik upcycling sampah plastik. Program ini didukung penuh oleh kolaborasi strategis bersama Innovillage dan Danantara Indonesia.

 

Muhammad  Raflie selaku Founder Recraft, yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Dalam narasinya, Rafli mengungkapkan bahwa pembentukan program Recraft didasari oleh realitas bahwa pola penanganan sampah konvensional "angkut-buang" sudah tidak lagi cukup untuk menampung beban volume sampah perkotaan.

 

"Saya mendirikan program Recraft ini berangkat dari sebuah keprihatinan sekaligus harapan. Setiap harinya, ribuan ton sampah organik dan plastik dihasilkan, dan sebagian besar hanya berakhir mencemari lingkungan atau menumpuk di TPA. Saya ingin mengubah stigma itu. Melalui Recraft, kami ingin membuktikan bahwa sampah jika dikelola dengan sentuhan inovasi dan edukasi, bisa berubah menjadi aset yang bernilai ekonomi bagi masyarakat, walaupun dampak kami masih kecil kami harap untuk akan terus sustainable" ujar Rafli .

 

Menurut Rafli, memilih Margomulyo sebagai salah satu titik aksi adalah langkah strategis untuk menciptakan pilot project di pemukiman padat penduduk agar dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh komunitas terkecil.

 

Misi Besar untuk Kota Balikpapan

 

Program Recraft tidak hadir hanya sebagai kegiatan sekali jalan. Recraft telah menyusun peta jalan besar bagi kotanya melalui tiga tujuan utama:

 

Mendukung Target Zero Waste City: Membantu Pemerintah Kota Balikpapan dalam mereduksi volume sampah yang masuk ke TPA Manggar. Dengan menyelesaikan sampah makanan lewat maggot di tingkat rumah tangga, beban emisi gas metana dari sampah organik dapat ditekan secara signifikan.

 

Transformasi Ekonomi Sirkular: Membekali warga dengan keterampilan mengolah limbah plastik menjadi produk fungsional. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru atau pendapatan tambahan bagi ibu rumah tangga dan pemuda setempat.

 

Edukasi Berkelanjutan (Green Mindset): Membangun kesadaran kolektif warga Balikpapan agar memiliki budaya hidup berkelanjutan. Kami ingin Recraft menjadi pemicu munculnya kawasan-kawasan mandiri sampah lainnya di Balikpapan.

 

"Tujuan akhir kami adalah melihat Balikpapan bukan hanya bersih karena petugasnya, tapi bersih karena warganya sudah berdaya dan mandiri dalam mengelola sisa konsumsinya. Kami ingin Recraft menjadi bagian dari sejarah transformasi hijau di kota ini," 

 

Acara workshop ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari warga yang mulai mempraktikkan pemilahan sampah dan pengolahan plastik secara langsung. Ke depannya, Recraft berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga sistem pengelolaan sampah mandiri ini dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi lokal.